Rabu, 04 Oktober 2017

Makalah Pendidikan Agama "IBADAH"



MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA
“IBADAH”





UPI









Disusun oleh :
DEBI SANITA
NUR FADHILA 
WINDY KURNIA WATI

           


PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK”
PADANG
2016

KATA PENGANTAR


    Puji  Syukur  kami  ucapkan kepada  Allah  Yang  Maha  Esa,  karena  atas  berkat  rahmat dan  karunia-Nya,  makalah  ini  dapat  terselesaikan  dengan  baik.  Yang   berjudul IBADAH.
    Tidak  lupa kami sampaikan terima kasih kepada Bapak dosen selaku pembimbing dalam mata pelajaran Pendidikan Agama dan teman-teman yang sudah memberi kontribusi dan partisipasinya  baik secara langsung maupun  tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
    Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. kami berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.























Padang,11 November 2016


                                                         Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
    Kehidupan manusia di dunia merupakan anugerah dari Allah swt dengan segala pemberiannya, manusia dapat mengecap segala kenikmatan yang bisa dirasakan oleh dirinya tetapi dengan anugerah tersebut kadangkala manusia lupa akan Dzat Allah swt yang telah memberikannya. Sebab itu, manusia harus mendapatkan suatu bimbingan sehingga di dalam kehidupannya dapat berbuat sesuai bimbingan Allah swt atau memanfaatkan anugerah Allah SWT. Hidup yang dibimbing oleh syariah akan melahirkan kesadaran untuk berperilaku yang sesuai dengan tuntuan Allah swt dan Rasul Nya, salah satu cara untuk mencapai tuntunan tersebut adalah dengan beribadah.
Ibadah merupakan suatu perkara yang perlu adanya perhatian terhadapnya, karena ibadah itu tidak bisa dimain-mainkan apalagi disalahgunakan. Dalam islam ibadah harus berpedoman pada apa yang telah Allah perintahkan dan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammmad SAW kepada umat islam, yang dilandaskan pada kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad  berupa kitab suci Al-Quran dan segala perbuatan, perkataan, dan ketetapan nabi atau dengan kata lain disebut dengan hadits nabi
   Sebagai rasa syukur terhadap Allah swt, hendaknya kita sadar diri untuk beribadah kepada sang Pencipta Langit dan Bumi beserta isinya sesuai syariat Nya. Dalam ibadah, kita harus memperhatikan jenis-jenis ibadah yang kita lakukan. Apakah ibadah tersebut termasuk dalam ibadah wajib, sunnah, mubah, dan makruh
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dalam makalah ini akan membahas mengenai ibadah dalam islam beserta hikmahnya.

1.2 . Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pengertian ibadah dan hakikatnya?
2. Tujuan dari ibadah?
3. Apa hikmah dari beribadah?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian ibadah dan hakikatnya?
2. Untuk mengetahui tujuan dari ibadah?
3. Untuk mengetahui hikmah dari beribadah?







BAB II


2.1 Pengertian dan Hakikat Ibadah
2.1.1 Pengertian Ibadah
    Ibadah secara etimologi berasal dari kata bahasa arab yaitu abida-ya`budu-`abdan-`ibadatan, yang berarti taat, tunduk, patuh,dan merendahkan diri.
   Kemudian pengertian ibadah secara terminologi atau secara istilah adalah sebagai berikut :
a. Menurut ulama tauhid dan hadis ibadah yaitu:
Mengesakan dan mengagungkan Allah sepenuhnya serta menghinakan diri dan menundukkan jiwa kepada-NyaSelanjutnya mereka mengatakan bahwa ibadah itu sama dengan tauhid.
b. Para ahli di bidang akhlak mendefinisikan ibadah sebagai berikut:
Mengerjakan segala bentuk ketaatan badaniyah dan melaksanakan segala bentuk syariat (hukum)Akhlak dan segala tugas hidup (kewajiban-kewajiban) yang diwajibkan atas pribadi, baik yang berhubungan dengan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat, termasuk kedalam pengertian ibadah
c. Menurut ahli fikih ibadah adalah:
Segala bentuk ketaatan yang dikerjakan untuk mencapai keridhaan Allah SWT dan mengharapkan pahala-Nya di akhirat.
   Jadi dari pengertian, Ibadah adalah semua yang mencakup segala perbuatan yang disukai dan diridhai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan maupun perbuatan, baik terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka mengagungkan Allah SWT dan mengharapkan pahala-Nya.

2.1.2   Hakikat Ibadah
   Tujuan diciptakannya manusia di muka bumi ini yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah dalam pengertian yang komprehensif menurut Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah adalah sebuah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT berupa perkataan atau perbuatan baik amalan batin ataupun yang dhahir (nyata).
   Adapun hakekat ibadah yaitu:
1. Ibadah adalah tujuan hidup kita, seperti yang terdapat dalam surat adz-dzariat ayat 56, yang menunjukkan bahwa tugas kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepada allah.
2.Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridhai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah.
3.Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.
4. Hakikat ibadah sebagai cinta.
5.Jihad di jalan Allah (berusaha sekuat tenaga untuk meraih segala sesuatu yang dicintai Allah).
6.Takut, maksudnya tidak merasakan sedikitpun ketakutan kepada segala bentuk dan jenis makhluk melebihi ketakutannya kepada Allah SWT.

2.2 Tujuan Ibadah
2.2.1 tujuan ibadah
   Ada tiga aspek fungsi ibadah dalam Islam:
1.Mewujudkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya.
   Orang yang beriman dirinya akan selalu merasa diawasi oleh Allah. Ia akan selalu berupaya menyesuaikan segala perilakunya dengan ketentuan Allah SWT. Dengan sikap itu seseorang muslim tidak akan melupakan kewajibannya untuk beribadah, bertaubat, serta menyandarkan segala kebutuhannya pada pertolongan Allah SWT. Demikianlah ikrar seorang muslim seperti tertera dalam Al-Quran surat Al-Fatihah ayat 5Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.Atas landasan itulah manusia akan terbebas dari penghambaan terhadap manusia, harta benda dan hawa nafsu
2.Mendidik mental dan menjadikan manusia ingat akan kewajibannya
   Dengan sikap ini, setiap manusia tidak akan lupa bahwa dia adalah anggota masyarakat yang mempunyai hak dan kewajiban untuk menerima dan memberi nasihat. Oleh karena itu, banyak ayat Al-Qur'an ketika berbicara tentang fungsi ibadah menyebutkan juga dampaknya terhadap kehidupan pribadi dan masyarakat.
3.Melatih diri untuk berdisiplin
   Adalah suatu kenyataan bahwa segala bentuk ibadah menuntut kita untuk berdisiplin. Kenyataan itu dapat dilihat dengan jelas dalam pelaksanaan sholat, mulai dari wudhu, ketentuan waktunya, berdiri, ruku, sujud dan aturan-aturan lainnya,

2.3 Hikmah Ibadah
    Secara bahasa, hikmah berarti kebijaksanaan, atau arti yang dalam. Hikmah juga berarti mengetahui keunggulan sesuatu melalui suatu pengetahuan. Ahli tasawuf mengartikan hikmah sebagai pengetahuan tentang rahasia Allah dalam menciptakan sesuatu.
    Para ahli berpendapat bahwa intisari filsafat ada dalam Al Quran tetapi Al Quran bukanlah buku filsafat. Maka, tidak salah bila dikatakan bahwa hikmah adalah rahasia tersembunyi dari si pembuat syariat (Allah), yang bisa ditangkap oleh manusia melalui ilham yang dianugerahkan Allah ke dalam jiwa manusia ketika yang bersangkutan bersih dari gangguan-gangguan hawa nafsu, sementara filsafat adalah rahasia syariat yang ditemukan oleh manusia melalui upaya penalaran akalnya. Jadi, hikmah yang ditemukan oleh manusia itu bisa disebut sebagai filsafat syariat, atau Filsafat Hukum Islam.





2.3.1 Hikmah dan Pelaksanaan Shalat
   Menurut bahasa shalat artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah shalat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratkan yang ada.
   Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan. Adapun secara hakikinya ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan didalam jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nyaatau mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua-duanya.

2.3.1.1 Syarat-syarat Shalat
   Syarat-syarat Shalat adalah sesuatu hal yang harus di penuhi sebelum kita melaksanakan shalat. Syarat Shalat di bagi menjadi 2 yaitu:
a. Syarat wajib Shalat adalah syarat yang wajib di penuhi dan tidak bisa di nego-nego lagi. Seperti Islam, berakal dan tamziz atau baligh. suci dari haid dan nifas serta telah mendengar ajakan dakwah islam.
b. Syarat sah shalat itu ada 8 yaitu:
1. Suci dari dua hadas
2. Suci dari najis yang berada pada pakaian, tubuh, dan tempat shalat.
3. Menutup aurat
4. Aurat laki-laki yaitu baina surroh wa rukbah( antara pusar sampai lutut), sedangkan aurot perempuan adalah jamii  badaniha illa wajha wa kaffaien (semua anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan).
5. Menghadap kiblat
6. Mengerti kefarduan Shalat
7. Tidak meyakini salah satu fardu dari beberapa fardu shalat sebagaisuatu sunnah.
8. Menjauhi hal-hal yang membatalkan Shalat.

2.3.1.2 Rukun Shalat
   Shalat mempunyai rukun-rukun yang harus dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuannya, sehingga apabila tertinggal salah satu darinya, maka hakikat shalat tersebut tidak mungkin tercapai dan shalat itu pun dianggap tidak sah menurut syara`.
1. Niat.
2. Takbiratul Ihram.
3. Berdiri Pada Saat Mengerjakan Shalat Fardhu
4. Membaca al-Fatihah.
5. Ruku.
6. Sujud dua kali setiap raka'at
7. Duduk antara dua sujud
8. Membaca tasyahud akhir
9. Duduk pada tasyahud akhir
10. Shalawat kepada Nabi SAW setelah tasyahud akhir.
11. Duduk diwaktu membaca shalawat.
12. Memberi salam
13. Tertib.

2.3.1.3 Macam-macam Pelaksanaan Shalat
a. Macam-macam shalat
   Dilihat hukum melaksanakanya, pada garis besarnya shalat di bagi menjadi dua, yaitu shalat fardu dan shalat sunnah. Selanjutnya shalat fardu juga di bagi menjadi dua, yaitu fardu ain dan fardu kifayah. Demikian pula shalat sunah, juga di bagi menjadi dua, yaitu sunnah muakkad dan ghoiru muakkad
1. Shalat fardu
   Shalat fardu adalah shalat yang hukumnya wajib, dan apabila di kerjakan mendapatkan pahala, kalau di tinggal mendaptkan dosa. Contohnya: shalat lima wakktu, shalat jenazah dan shalat nadzar. Shalat fardu ada 2 yaitu:
-  Fardu Ain adalah shalat yang wajib di lakukan setiap manusia. shalat ini di laksanakan sehari semalam dalam lima waktu (isya, subuh, dhuhur, asar, magrib) dan juga shalat Jumat.
-  Fardu kifayah adalah shalat yang di wajibkan pada sekelompok muslim, dan apabila salah satu dari mereka sudah ada yang mengerjakan maka gugurlah kewajiban dari kelompok tersebut. Contoh: shalat jenazah.
Shalat fardu karena nadzar adalah shalat yang di wajibkan kepada orang-orang yang berjanji kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah di terimanya. Contoh : Ahmad akan melasanakan ujian, dia bilang kepada dirinya dan teman-temanya, nanti ketika saya sukses mengerjakan ujian dan lulus saya akan melakukan shalat 50 rokaat ketika pengumuman dia lulus maka Ahmad wajib melaksanakan Shalat nadzaR
2. Shalat Sunnah
   Shalat Sunnah adalah shalat yang apabila di kerjakan mendapatkan pahala dan apabila tidak di kerjakan tidak mendapatkan dosa. Shalat sunah di sebut juga dengan Shalat tatawu, nawafil, manduh, dan mandzubat, yaitu shalat yang di anjurkan untuk di kerjakan. Shalat sunnah juga di bagi 2 yaitu:
-  Sunnah Muakkad adalah shalat sunah yang sealalu dikerjakan atau jarang sekali tidak dikerjakan oleh Rosulluloh SAW dan pelaksanaannya sangat dianjurkan dan di tekankan separti solat witir, solat hari raya dan lain-lain
- Sunnah ghaeru muakkadah adalah solat sunah yang tidak selalu dikerjakan oleh Rosulluloh SAW,dan juga tidak di tekan kan untuk di kerjakan sholat.

2.3.1.4 Hikmah-Hikmah Shalat
   Yang termasuk hikmah shalat yaitu:
1.Meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh dan mengingatNya.
2. Mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar.
3.Mendekatkan diri kepada Allah.
4. Penyerahan diri manusia kepada Alloh secara tulusn ikhlas.
5. Meningkatkan disiplin, sabar, dan khusuk.
6. Menjaga kebersihan dan kesucian jiwa raga.
7. Meningkatkan sifat toleransi terhadap sesama manusia.

2.3.2 Hikmah dan pelaksanaan puasa
2.3.2.1 Pengertian Puasa
   Pengertian Puasa secara Terminologi berasal dari bahasa arab As Shoum yang bermakna (الإمساك) yang berarti Menahan. Dan Secara Terminologi, Puasa Adalah menahandari sesuatu yang membatalkan puasa dengan niat yang khusus pada seluruh siang harinya orang yang melakukan puasa yang ber akal suci, dan suci dari haidl dan nifas).
  Sedangkan menurut istilah fiqih lain, adalah menahan diri dari segala perbuatan yang membatalkan, seperti makan, minum dan senggama, sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan niat dan persyaratan tertentu. Dasar dari puasa adalah surat albaqarah ayat 183.

2.3.2.2 Hikmah Puasa
Hikmah dari puasa yaitu:
1. Melatih Disiplin Waktu
2. Keseimbangan dalam Hidup
3. Mempererat Silaturahmi
4. Lebih Perduli Pada Sesama
5. Tahu Bahwa Ibadah Memiliki Tujuan
6. Tiap Kegiatan Mulia Merupakan Ibadah
7. Berhati-hati Dalam Berbuat
8. Berlatih Lebih Tabah
9.Melatih Hidup Sederhana

2.3.3 Hikmah dan pelaksanaan zakat
2.3.3.1 pengertian zakat
    Zakat menurut bahasa artinya suci dan subur. Sedangkan menurut istilah syarazakat ialah mengeluarkan dari sebagian harta benda atas perintah Allah,sebagai shadaqah wajib kepada mereka yang telah ditentukan oleh hukum Islam.
    Zakat itu ada dua macam yaitu zakat mal dan zakat fithrah. Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu :
a. Emas,perak dan mata uang
b. Harta perniagaan
c. Binatang ternak seperti unta,lembu (kerbau ),kambing dan biri-biri
d. Buah-buahan dan biji- bijian yang dapat dijadikan makanan pokok
e. Barang tambang dan barang temuan





2.3.3.2 Hikmah zakat
   Hikmah zakat ialah:
1.Mendidik jiwa manusia suka berkorban dan membersihkan jiwa dari sifat-sifat kikir dan bakhil
2.Zakat mengandung arti rasa persamaan yang memikirkan nasib manusia dalam suasana persaudaraan
3.Zakat dapat menjaga timbulnya rasa dengki,irihati, dan menghilangkan jurang pemisah antara si miskin dan si kaya

2.3.4 Hikmah dan pelaksanaan ibdaha haji
2.3.4.1 pengertian ibadah haji
   Haji secara estimologi (bahasa) berarti kunjungan, ziarah dan juga perjalanan (Al Qasdu), sedangkan Haji menurut syara berarti Perjalanan menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus, tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Kabah dan Masa (tempat sai), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh) yang merupakan tempat-tempat penting dalam Ibadah Haji.

2.3..4.2 hikmah ibadah haji
    Hikmah ibadah haji adalah:
1. Membersihkan dosa.
2. Meningkatkan keimanan dan meneguhkan keimanan.
3. Belajar akan Sejarah dan Meneladaninya.





















BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
a. Ibadah adalah semua yang mencakup segala perbuatan yang disukai dan diridhai oleh Allah SWT, baik berupa perkataan maupun perbuatan, baik terang-terangan maupun tersembunyi dalam rangka mengagungkan Allah SWT dan mengharapkan pahala-Nya
b.Tujuan ibadah adalah mewujudkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya, mendidik mental, dan menjadikan diri disiplin.
c. Hikmah ibadah adalah menjadikan manusia yang disiplin dan bertanggungjawab.
.

3.2 Saran
    Sebagai manusia hendaknya kita tidak melupakan hakikat dari penciptaan kita, yaitu untuk beribadah kepada Allah swt sesuai dengan Al Quran dan Hadits baik dalam ibadah mahdah (khusus) maupun dalam ibadah ghoiru mahdah (umum) dengan niat semata-mata ikhlas untuk mencapai ridha Allah.

























DAFTAR PUSTAKA

Syarifudin, Amir.Garis-Garis Besar Fiqih,Jakarta: Kencana, 2003.
Syihab, M. Quraisy, M. Quraisy Syihab Menjawab 1001 Soal Keislaman Yang Patut Anda Ketahui,Jakarta: Lentera Hati, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH BENTUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERKINI (KONSEP TEKNOLOGI)

MAKALAH KONSEP TEKNOLOGI ”BENTUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERKINI” DAN   “PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP...